Dinkes Bekasi Aktif Siagakan Layanan Kesehatan 24 Jam untuk Korban Banjir: Strategi Jemput Bola Tanggap Darurat!
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata, mengungkapkan bahwa tim medis telah dikerahkan ke berbagai lokasi yang terdampak banjir untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap optimal. Kami juga mendirikan posko kesehatan dan tim pemantau berkeliling untuk memberikan penanganan kesehatan kepada warga, jelas Supriadinata.
Supriadinata menambahkan bahwa banjir ini berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Kami selalu mengingatkan agar warga memastikan air yang digunakan untuk keperluan minum benar-benar bersih dan waspada terhadap penyakit yang dapat muncul akibat air tercemar seperti leptospirosis dan penyakit kulit, terangnya.
Dia juga menyampaikan pesan kepada semua tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan agar menjaga kesehatan tubuh mereka agar kinerja tetap optimal. Kami fokus memastikan pelayanan kesehatan berjalan melalui pembentukan pos-pos kesehatan di daerah yang terdampak, terutama di wilayah utara Kabupaten Bekasi, lanjutnya di Cikarang, Selasa (2/2/2026).
Wilayah yang menjadi perhatian utama dalam penanganan meliputi beberapa kecamatan, seperti Babelan, Tarumajaya, dan Muaragembong. Tim medis juga menerapkan sistem jemput bola dengan turun langsung ke lokasi banjir dan pengungsian untuk memberikan layanan.
Kepala Puskesmas Muaragembong, dr. Ridwan Meito Tomanyira, menambahkan bahwa mereka menyediakan layanan puskesmas keliling (pusling) untuk menjangkau desa-desa yang terdampak. Seluruh fasilitas kesehatan puskesmas di Kabupaten Bekasi telah diinstruksikan untuk beroperasi penuh 24 jam, katanya.
Ridwan menjelaskan bahwa layanan kesehatan telah menyentuh beberapa daerah banjir dan pengungsian, berlangsung dari pagi hingga sore secara mobile. Kami menggunakan perahu karet dari BPBD Kabupaten Bekasi untuk mencapai lokasi-lokasi pelayanan medis, imbuhnya.
Dia juga menekankan bahwa masalah yang dihadapi adalah keterbatasan obat, yang memerlukan bantuan tambahan untuk mendukung pelayanan. Jenis penyakit yang banyak ditemukan di lokasi adalah diare, gatal-gatal, dan infeksi saluran pernapasan akut, lanjut Ridwan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan 24 jam bagi korban banjir, dengan tim medis yang secara aktif memantau situasi di lapangan. Kami membagi tim menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri dari tenaga medis dari puskesmas, tutupnya.
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.