Home Terkini Jalan Transubur Menuju Kecamatan, Memprihatinkan

Jalan Transubur Menuju Kecamatan, Memprihatinkan

34
0
SHARE

Murexs.com, Muratara – Setiap musim penghujan jalan selalu rusak bak kubangan, fenomena ini selalu terjadi di Jalan penghubung antara Desa Setiamarga Transubur Sp. 4 menuju Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (MURATARA), Provinsi Sumatera Selatan (SUMSEL). Kubangan di jalan tersebut cukup dalam dan membahayakan para pengguna jalan.

Pantauan awak media, kamis (13/2/21), kerusakan jalan tersebut berada di dekat sungai putih ada beberapa titik jalan yang telah menjadi kubangan bahkan tidak jarang banyak kendaraan yang melintas terperosok dan akhirnya Lekat (bahasa daerah) atau tersangkut di kubangan.

Kondisi ini dikeluhkan pengguna jalan yang kerap melintas. Bahkan, sejumlah pengguna jalan menyebut kubangan air tersebut seperti kolam lele.

“Jalannya sudah jadi kubangan seperti kolam lele, kubangan nya dalam serta dipenuhi air. Karena dipenuhi air, seberapa dalam nya kubangan di jalan ini tidak terlihat dan membahayakan para pengguna jalan,” kata Nur (33) salah seorang pengguna jalan.

Nur mengungkapkan, di Jalan tersebut sebagian sudah dicor namun masih ada beberapa titik yang belum dan saat memasuki musim penghujan sudah di pastikan jalan tersebut selalu berubah jadi kubangan.

“Sebagian jalan sudah dicor tapi belum semuanya, ada beberapa titik jalan yang belum dicor dan sudah rusak biyasanya di timbun dengan koral sumbangan dari RAM dan warga, namun hal tersebut kurang maksimal, karna seringlah mobil muatan berlebih seperti mobil pengangkut buah sawit yang lalu lalang ketimbang nimbun koralnya, apalagi ditambah kalo sudah masuk musim hujan terus saja rusak, apalagi sekarang jalannya sudah jadi kubangan yang dipenuhi air,” ungkapnya.

Lanjut Nur “Dari tahun ke tahun permasalahan jalan yang selalu rusak saat memasuki musim penghujan belum ada solusi selalu saja terulang, karna kalo mau diportal dan mobil pengangkut sawit yang tonase nya berlebih distop warga petani sawit mau makan apa kemudian buah sawit yang sudah di panen mau jual kemana bingung juga kan”, ujar Nur.

Kades Setia Marga, Bambang hadiyanto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa jalan didesanya rusak kembali, ada titik baru yang tidak masuk perbaikan kemarin.  Saat ini ada tujuh titik yang rusak, dalam desa ada dua titik.

Ini disebabkan curah hujan yang cukup tinggi, banyaknya buah sawit yang mobilnya melintasi jalan ini, setiap mobil yang bawak sawit selama ini melebihi kuota. Sementara kualitas jalan tidak sesuai dengan muatan.

“Saat ini ada pengalihan jalan dari Kecamatan Rawas Ilir menuju Kecamatan Karang Dapo akibat perbaikan jalan di Desa Mandi Angin,” jelasnya.

Penanganan sementara seharusnya pihak RAM sawit bahu membahu  untuk nyumbang batu. Tapi saat ini nampaknya tidak ada kebersamaan.

“Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama mengeluarkan anggaran, kita gotong royong untuk mencari batu dan batasi muatannya,” imbaunya.

Kedepanya  agar Camat dan pihaknya Pemerintah Desa (Pemdes) akan memanggil warga untuk musyawarah menyelesaikan masalah jalan ini.

“Agar pemerintah Provinsi benar-benar lebih inten dalam pembangunan jalan ini. Kalau bisa di tahun 2022 bisa terselesaikan persoalan jalan ini, jangan setiap tahun masih aja masyarakat menjerit,” harapnya. (Agt/murexs.com)

Berikut ini
Definisi Ram Sawit
Ram sawit adalah tempat jual beli tandan buah segar (TBS) hasil perkebunan masyarakat atau petani kelapa sawit (PKS). Kata “ram” sendiri merupakan sebutan masyarakat lokal yang merujuk pada alat timbangan truk digital yang digunakan untuk menimbang kendaraan angkut kelapa sawit. Karena itu timbangan yang ada di lokasi ram sawit juga sering disebut dengan nama timbangan ram sawit atau ramp sawit.

Fungsi Ram Sawit
Fungsi utama dari ram sawit adalah sebagai pedagang perantara antara petani atau agen kelapa sawit dan perusahaan pengolah kelapa sawit. Banyak petani kelapa sawit yang memilih menggunakan ram sawit untuk menjual hasil panennya karena ram sawit pada umumnya tidak akan menyortir tandan buah segar lalu mengembalikan buah yang tidak sesuai dengan kriteria, seperti praktek yang biasa dilakukan oleh perusahaan pengolah kelapa sawit.
Ram sawit memiliki fungsi pelaksanaan yang berbeda dari petani, agen, dan pabrik pengolahan. Ram sawit hanya berfokus pada pembelian, penjualan, transportasi, pengepakan, dan sebagainya.(net)

Klik : Sumber Berita