Mendagri Ajak Pemda Optimalkan Sisa Anggaran untuk Bantu Daerah Bencana di Sumatera
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengajak pemerintah daerah (Pemda) yang masih memiliki sisa anggaran tinggi untuk memberikan bantuan kepada daerah-daerah di Sumatera yang terkena dampak bencana. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana. Ia juga memastikan bahwa pemerintah pusat sudah menyalurkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) ke provinsi serta kabupaten/kota yang terdampak.
Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan tentang pemulihan pascabencana di tiga provinsi yang terkena dampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang mencakup secara keseluruhan 52 kabupaten/kota. Dalam situasi seperti ini, penting untuk menumbuhkan rasa solidaritas di antara pemerintah daerah. Ia juga menegaskan bahwa Kemendagri telah menerbitkan Surat Edaran yang memungkinkan Pemda memberikan bantuan ke daerah yang mengalami bencana.
Mendagri menyoroti beberapa daerah yang terdampak bencana, seperti Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara, yang memiliki sisa anggaran minim dan sangat membutuhkan dukungan dari daerah lain. Banjir bandang dan longsor akibat Siklon Tropis Senyar telah menyebabkan Aceh, khususnya Aceh Tamiang, porak-poranda, hingga kondisi wilayahnya digambarkan mirip dengan tsunami kedua.
“Ini merupakan daerah-daerah superprioritas untuk diberikan bantuan,” ungkapnya. Pesan ini disampaikan dalam Rapat Evaluasi Realisasi APBD 2025 yang diadakan secara virtual dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, di mana Mendagri Muhammad Tito Karnavian berkoordinasi dengan MenkoPMK Pratikno setelah melakukan kunjungan ke Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur.
“Bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, terutama bagi daerah yang keuangannya terbatas,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa ia telah melihat kondisi di lapangan, salah satunya di Kabupaten Aceh Tamiang yang aktivitas ekonominya belum pulih sepenuhnya. Di Sumatera Utara, beberapa daerah yang masih memerlukan dukungan termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Mandailing Natal.
Dalam upaya penanganan bencana, sangat penting untuk mempertimbangkan kerjasama antara pemerintah daerah, demi mempercepat pemulihan dan membantu masyarakat yang terkena dampak.
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.