Mensos Tegaskan: Jatah Hidup Korban Bencana Sedang Dikonfirmasi, Siap Tunggu Arahan Presiden!
Pemerintah saat ini berupaya untuk memastikan bahwa bantuan yang disalurkan kepada korban bencana benar-benar tepat sasaran serta terintegrasi dengan dukungan pascabencana lainnya. Dalam proses ini, mereka sedang menghitung kebutuhan ideal untuk jatah hidup (jadup) per orang, per hari, agar sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, pembahasan mengenai jadup ini dilakukan secara lintas kementerian. Keterlibatan Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, BNPB, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjadi bagian penting dalam proses ini.
Pemerintah masih menunggu arahan dari Presiden RI sebelum menetapkan keputusan terkait kemungkinan perubahan nominal bantuan tersebut. Saat ini, Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) telah disalurkan kepada lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran mencapai Rp31 triliun.
Dalam acara pra-launching Sekolah Rakyat dan doa bersama untuk Sumatera yang dilaksanakan di Sentra Terpadu Pangudi Luhur di Bekasi pada Rabu, 24 Desember 2025, Gus Ipul mengungkapkan bahwa besaran jadup bagi korban bencana masih dalam tahap konsolidasi dan belum ada keputusan final yang diambil.
Gus Ipul menekankan bahwa keputusan akhir mengenai jatah hidup baru akan diputuskan setelah menerima arahan langsung dari Presiden. Ia juga melaporkan tentang penyaluran bantuan sosial sepanjang tahun 2025, di mana terdapat anggaran bantuan sosial Kementerian Sosial yang mencapai Rp112 triliun, dengan realisasi penyaluran sekitar 95 persen.
Terkait dengan kondisi Sekolah Rakyat di wilayah terdampak bencana di Sumatera, Gus Ipul menyatakan bahwa beberapa sekolah sempat diliburkan sementara waktu, namun proses belajar mengajar akan segera dilanjutkan setelah dinyatakan aman. Ia menegaskan, aparatur sipil negara (ASN) tidak akan termasuk dalam daftar penerima bansos demi menjaga keadilan dalam distribusi bantuan.
Ini adalah wujud kepedulian Presiden agar ekonomi tetap terjaga dan masyarakat yang memerlukan mendapatkan dukungan, terutama di akhir tahun, tutup Gus Ipul.
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.