Terra Drone Mengaku: Gedung Tak Miliki Jalur Evakuasi, Ruko Jadi Kantor Berisiko!
Permohonan doa disampaikan dengan emosional oleh seorang perwakilan Terra Drone kepada teman-teman dan rekan-rekannya yang telah tiada. Ia menyatakan, Mohon doanya untuk rekan-rekan kita yang sudah mendahului,” ungkapnya. Saat ini, pihak kepolisian berencana memanggil pemilik gedung dan penanggung jawab dari perusahaan yang terlibat, dalam upaya komunikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Ada fasilitas lift dan tangga di gedung tersebut, namun situasi ketika kebakaran terjadi benar-benar di luar kendali. Kita semua bisa lihat kondisi ruko yang ada,” katanya. Terra Drone telah berada di lokasi tersebut selama dua tahun, sejak akuisisi perusahaan lokal dilakukan. Penyelidikan kini berfokus pada mencari unsur pidana terkait insiden kebakaran. Oleh karena itu, pihak operator dan manajemen perusahaan serta pengelola gedung akan dimintai keterangan.
Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Prima Heru, menyatakan bahwa proses identifikasi korban memakan waktu dua hari berkat kerja keras tim forensik. Kami berupaya lebih baik dalam hal keselamatan, terutama untuk bangunan tinggi, tegas Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, yang menekankan bahwa gedung tersebut seharusnya dilengkapi sistem pemadam dan jalur evakuasi yang memadai.
Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, setelah memeriksa seluruh lantai gedung tanpa ada korban yang tertinggal. Kami masih melakukan penyelidikan.” Gubernur Pramono juga menggarisbawahi bahwa kondisi keselamatan di gedung Terra Drone tidak dikelola dengan baik, terutama untuk fasilitas yang mendukung keselamatan saat terjadi bencana.
Menurut Human Resource Business Partner Terra Drone, Umaidi Suhari, bangunan itu merupakan ruko enam lantai dengan karakteristik standar. Dia menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban. Kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, merenggut nyawa 22 orang, termasuk 15 perempuan dan 7 laki-laki.
Dari hasil pemeriksaan, seluruh korban dilaporkan meninggal akibat menghirup karbon monoksida yang tinggi. Kombes Pol dr. Martinus Ginting menyatakan, pemeriksaan darah menunjukkan kandungan CO yang sangat tinggi, yang menjadi penyebab hilangnya kemampuan korban untuk bernapas sebelum api menghancurkan mereka. Infografis insiden kebakaran menjadi pengingat bagi kita akan pentingnya keselamatan dalam bangunan tinggi.
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.