Hari
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Wagub Rano Karno: Fasilitas Publik sebagai Sarana Edukasi Melalui Pemutaran Film

img

Citrafm.co.id - Wakil Gubernur Banten, Rano Karno, mengungkapkan harapannya agar fasilitas publik dapat dimanfaatkan sebagai ruang pemutaran film edukatif. Menurutnya, pemutaran film di tempat-tempat umum dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan pendidikan kepada masyarakat berdasar pengalaman yang dia miliki.

Dalam sebuah kesempatan, Rano Karno mengatakan bahwa film memiliki potensi besar untuk mendidik. Film merupakan alat yang sangat ampuh dalam memberikan informasi dan pengetahuan, ujarnya. Melalui film, penonton bisa mendapatkan wawasan baru yang menarik dan mendidik.

Rano juga menambahkan bahwa penggunaan fasilitas publik untuk pemutaran film edukatif dapat menarik minat masyarakat untuk datang dan belajar. Misalnya, penggunaan lapangan terbuka, taman, hingga ruang pertemuan bisa menjadi tempat yang ideal untuk aktivasi seperti ini.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur Banten tersebut berharap, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sineas lokal dapat terjalin untuk menghadirkan film-film yang berkualitas. Kita perlu mendorong kolaborasi yang sinergis untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur, tapi juga mendidik, jelasnya. Dengan cara ini, Rano berharap pendidikan dapat merata dan menciptakan generasi yang lebih cerdas.

Di Banten, Rano menginginkan agar lebih banyak film yang diangkat dari cerita lokal. Hal ini menurutnya penting untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal. Film yang kita terbitkan juga harus bisa merefleksikan budaya daerah kita, tegasnya. Dengan demikian, film dapat menjadi alat untuk memperkenalkan Banten kepada dunia luar.

Implementasi pemutaran film edukatif juga dapat mendorong kunjungan wisata. Rano percaya bahwa banyaknya atraksi yang berkualitas dapat meningkatkan minat wisatawan. Dengan film, orang bisa lebih mengenal destinasi wisata kita dan akhirnya tertarik untuk berkunjung, tambahnya.

Dia juga menekankan pentingnya media dalam menyediakan konten yang edukatif. Kita harus membuat konten yang menarik dan informatif. Jika film pendidikan dirasa menarik, tentu masyarakat akan lebih tertarik untuk mencari tahu, jelas Rano.

Sebagai tambahan, Rano Karno merencanakan adanya festival film edukatif di Banten. Acara ini diharapkan bisa menjadi platform untuk memperkenalkan film-film berkualitas dan mendidik kepada masyarakat. Melalui festival, kita juga bisa memberikan apresiasi kepada sineas lokal, ungkapnya dengan semangat.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, diharapkan masyarakat Banten akan lebih melek pendidikan melalui film. Rano Karno percaya, jika film bisa digunakan dengan cara yang benar, maka dampaknya bisa sangat signifikan. Mari kita tingkatkan edukasi masyarakat melalui film. Ini adalah salah satu langkah yang strategis dan inovatif, tutupnya.

Dengan mengambil langkah nyata untuk memanfaatkan fasilitas publik sebagai ruang pemutaran film edukatif, Rano Karno berusaha untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta pengurangan kesenjangan informasi di masyarakat. Semoga harapan ini dapat terwujud dan membawa perubahan positif bagi masyarakat Banten.

© Copyright 2025 Citrafm.co.id - Radio Citrafm 102.6 Lubuklinggau All rights reserved
Added Successfully

Type above and press Enter to search.