Warga Depok Ciptakan Getek Kreatif untuk Menaklukkan 'Banjir Abadi' di Jalan Sawangan-Cipayung
Setelah dilakukan penelusuran, tampak bahwa genangan air yang menyerupai danau ini merupakan bagian dari akses jalan penghubung yang terendam akibat limbah dari Kali Pesanggrahan. Pemerintah Kota Depok telah berusaha mencari jalan keluar dengan cara meningkatkan elevasi jalan dan jembatan yang melintasi Kali Pesanggrahan. Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, berencana menganalisis secara mendalam permasalahan banjir yang terjadi di perbatasan wilayah Sawangan dan Cipayung.
Dalam upaya mengatasi masalah ini, warga setempat mencoba membuat perahu getek sebagai alat transportasi sementara. Banjir yang melanda jalan penghubung antar Kecamatan telah berlangsung selama beberapa tahun. Dita, salah seorang warga, mengakui bahwa pihak Pemerintah Kota Depok sudah beberapa kali berkunjung untuk menilai dampak banjir di lingkungannya. Namun, meski jalan penghubung antara dua kecamatan telah tertutup selama tiga tahun, progres konkret untuk mengatasi banjir masih belum terlihat.
Salah seorang warga memperlihatkan perahu getek yang digunakan sebagai moda transportasi darurat setelah banjir melanda di perbatasan Sawangan dan Cipayung di Depok. Meskipun berbagai langkah telah diambil oleh Pemerintah Kota Depok, solusi yang memuaskan hingga saat ini belum ditemukan. Hamparan air yang mirip danau juga terlihat di jalan penghubung antara Pasir Putih dan Cipayung, seakan menghambat akses kendaraan dari kendaraan roda dua hingga truk. Dengan meluapnya air dan jebolnya tanggul Kali Pesanggrahan, akses antar kedua Kecamatan menjadi terputus.
Getek yang dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti jerigen plastik, papan kayu, dan bambu dirancang untuk membantu warga menyeberangi area yang terendam antara Sawangan dan Cipayung. Namun, bencana longsor di TPA Cipayung baru-baru ini berdampak pada Kali Pesanggrahan, meningkatkan risiko banjir. Saat ini, getek tersebut masih dalam fase ujicoba untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi warga yang menggunakannya. Dita berbagi dengan kami, “Seperti ini, airnya terus tidak pernah surut, sambil menunjukkan ketinggian air yang terus menggenang.
Menurut Dita, getek tersebut merupakan inisiatif dari orang tuanya untuk memudahkan akses warga. Ini dibuat supaya warga bisa menyeberangi genangan air dan lebih dekat dari Bulak Barat (Cipayung) ke Sawangan, ujarnya pada Senin (22/12/2025). Perempuan yang bercadar ini berharap dengan adanya getek, bisa memperbaiki akses yang terhalang oleh genangan air setinggi satu hingga satu setengah meter. Chandra menambahkan bahwa hal tersebut sangat terkait dengan rencana penutupan dan perbaikan TPA Cipayung.
Kendati demikian, Dita mengingatkan bahwa orang tuanya membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu untuk merampungkan pembuatan getek tersebut. Selain itu, Pemerintah Kota Depok juga tengah berupaya melakukan pembebasan lahan bagi warga yang terimbas banjir, sembari berkoordinasi dengan PLN untuk keberadaan kabel sutet yang ada di wilayah yang terdampak.
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.