Hari
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Transformasi Pantai Pasir Putih Tlangoh: Sinergi Antara Warga dan Pertamina Hulu Energi Membangun Destinasi Wisata Menawan

img

Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat di Pantai Pasir Putih Tlangoh telah mencapai kesepakatan untuk melarang pembuangan sampah di area tersebut. Inisiatif ini muncul dari dorongan untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan tanpa memaksa warga untuk merantau. Pengembangan sektor wisata pada akhirnya disertai dengan pengetatan aturan yang ketat.

Dalam sepekan terakhir, jumlah pengunjung ke Pantai Tlangoh mencapai lebih dari dua ribu orang. Dulu dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, kini pantai ini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata yang menarik. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) berkolaborasi dengan kepala desa dan tokoh masyarakat untuk mendorong perubahan ini.

Kepala Desa Tlangoh, Kudrotul Hidayat, menjelaskan bahwa sebelumnya wilayah ini tidak memiliki nilai yang berarti selain sebagai tempat pembuangan sampah. Hasil kajian menunjukkan bahwa volume sampah harian di lokasi ini bisa mencapai 14 kilogram. Selain itu, kajian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga mengungkapkan bahwa abrasi di Pantai Tlangoh mencapai tujuh meter per tahunnya.

Sejak 2019, perubahan signifikan mulai digerakkan, dengan kesepakatan untuk menjadikan Pantai Tlangoh sebagai destinasi wisata. Namun, masalah baru pun muncul dari sektor laut, dan warga dilatih untuk mengelola wisata sekaligus menjaga kebersihan pantai. Inovasi seperti pemecah gelombang heksagonal atau hexa reef dipasang untuk mengurangi laju abrasi.

Program ini sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, namun dilanjutkan setelah rencana strategis disusun ulang. Sebanyak 395 unit hexa reef dipasang, dengan ukuran masing-masing 1,5 meter. Namun, total panjang perlindungan yang baru hanya mencapai 300–400 meter, jauh dari target ideal dua kilometer.

Kini, sekitar 40 pelaku UMKM mengandalkan pengunjung untuk mendongkrak perekonomian mereka. Sejak menjabat pada 2016, Kudrotul Hidayat menyaksikan sendiri bagaimana kondisi pesisir yang terabaikan mulai pulih. Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore yang membantu kami dalam pengembangan wisata ini, sebutnya.

Meski hexa reef telah diinstal, dampak dari abrasi masih terlihat. Drainase yang sempit menyebabkan genangan air yang memperparah masalah. Bantuan fasilitas seperti toilet sangat membantu dan hexa reef sedikit mengurangi abrasi, tambahnya.

Zainudin, pengurus Pokdarwis yang bertanggung jawab dalam pengembangan, juga mengakui dukungan dari PHE WMO sangat berperan penting. Meskipun terdapat risiko terkait abrasi dan keterbatasan sumber daya, pemasangan perlengkapan pantai dan tempat duduk berhasil menarik banyak pengunjung, terutama saat liburan dengan jumlah pengunjung yang bisa mencapai ribuan.

Pengembangan ini memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, di mana warga yang sebelumnya merantau kini dapat bekerja di kampung halaman mereka. Sekitar 40 UMKM yang aktif berkontribusi pada perekonomian lokal. Untuk menarik lebih banyak pengunjung, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama, dengan menghadirkan tutor nasional agar pengalaman pengunjung semakin maksimal.

Paket tur Cafe on the Bus juga dirancang untuk menggabungkan ziarah ke makam di Bangkalan, perjalanan pesisir, dan berakhir di Pantai Tlangoh. Kami berterima kasih kepada SKK Migas melalui PHE WMO yang terus membina kami dalam membangun sektor wisata pantai ini secara berkelanjutan, tutupnya.

© Copyright 2025 Citrafm.co.id - Radio Citrafm 102.6 Lubuklinggau All rights reserved
Added Successfully

Type above and press Enter to search.