Miris! Mayoritas Pekerja RI Cuma Pegang Rp 2 Juta-an: Kapan Sejahtera?

Arief Anshory Yusuf, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, menyoroti permasalahan mendasar dalam sektor ketenagakerjaan Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa transformasi struktural pada era 90-an mendorong perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke manufaktur yang lebih produktif, sehingga meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.
Namun, dalam beberapa dekade terakhir, terjadi pergeseran tren ketenagakerjaan. Semakin banyak pekerja beralih dari sektor manufaktur yang memberikan upah layak ke sektor perdagangan, yang mengindikasikan adanya deindustrialisasi dini. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa rata-rata upah di sektor pertanian dan perdagangan memang lebih rendah dibandingkan sektor industri manufaktur.
Arief mengungkapkan, Agrikultur itu ranking satu terbawah produktivitasnya, ranking kedua terbawah trade, sektor perdagangan. Sektor akomodasi dan makan minum menempati urutan kedua terbawah dengan upah rata-rata Rp 2,42 juta, diikuti sektor perdagangan dengan upah Rp 2,67 juta.
Sektor industri pengolahan memiliki upah rata-rata Rp 3,09 juta, masih di bawah sektor konstruksi (Rp 3,21 juta) dan aktivitas profesional (Rp 3,97 juta). Arief menambahkan, Sekarang, orang-orang labor itu dari agrikultur pindah ke sektor yang produktivitasnya rendah.
Sektor perdagangan menyerap 19,26% tenaga kerja, setara dengan 28,07 juta orang. Masalah utama adalah semakin berkurangnya pekerjaan layak dengan upah optimal. Minimnya sektor produktif yang memberikan pekerjaan dan upah layak berdampak pada melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat terganggunya daya beli masyarakat.
Ringkasan Upah Rata-rata per Sektor (Data BPS):
Sektor | Upah Rata-rata |
---|---|
Akomodasi dan Makan Minum | Rp 2,42 juta |
Perdagangan | Rp 2,67 juta |
Industri Pengolahan | Rp 3,09 juta |
Konstruksi | Rp 3,21 juta |
Aktivitas Profesional | Rp 3,97 juta |
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.