Revolusi Energi di Muba: Limbah Sawit Disulap Jadi Pelet Hitam, Kadin Sumsel Siap Bangun Pabrik!

Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, menunjukkan komitmennya dalam mendukung energi terbarukan dengan memfasilitasi pembangunan pabrik biomassa oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumsel. Inisiatif ini bertujuan untuk mengolah tandan kosong kelapa sawit (tankos) menjadi black pellet, sebuah alternatif pengganti batu bara yang ramah lingkungan.
Bupati Muba, HM Toha, pada hari Jumat lalu di Sekayu, menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pembangunan pabrik di Kecamatan Sungai Lilin. Lokasi ini dinilai strategis oleh Ketua Umum Kadin Sumsel, Affandi Udji, karena kemudahan akses terhadap bahan baku tankos kelapa sawit.
Pabrik biomassa ini direncanakan memiliki kapasitas produksi awal sebesar 24.000 ton black pellet per tahun. Produk ini akan menjadi solusi bioenergi yang menjanjikan, terutama bagi industri yang selama ini bergantung pada batu bara.
Bupati Toha mengundang Kadin Sumsel untuk segera mengajukan perizinan dan memulai persiapan pembangunan. Ketersediaan tankos yang melimpah di Muba menjadi jaminan keberlanjutan operasional pabrik ini. Program ini merupakan wujud dukungan pengusaha yang tergabung dalam Kadin Sumsel terhadap pemanfaatan energi baru terbarukan.
Pengolahan tankos menjadi black pellet adalah langkah inovatif dalam memanfaatkan limbah kelapa sawit. Selain mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, inisiatif ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Tabel: Perbandingan Bahan Bakar
Jenis Bahan Bakar | Keunggulan | Keterangan |
---|---|---|
Batu Bara | Murah, mudah didapatkan | Menghasilkan emisi tinggi |
Black Pellet | Ramah lingkungan, terbarukan | Alternatif pengganti batu bara |
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.