Hari
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Sungai Bersih, Jakarta Happy: Jembatan Canggih Siap 'Joget' Demi Kali Kinclong!

img

Jakarta kini memiliki inovasi baru dalam infrastruktur perkotaan dengan hadirnya Jembatan Antar Kampung (JAK) Gandaria, sebuah jembatan buka-tutup (bascule) yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pada Sabtu, 16 Agustus 2025, detikcom melaporkan bahwa JAK Gandaria menghubungkan Jalan Gandaria I dengan Jalan Mulia 1. Jembatan ini dirancang dengan sistem buka-angkat, mirip dengan Jembatan Kota Intan di Kota Tua.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ali Lubis, pada Senin, 18 Agustus, memuji ide pembangunan jembatan ini. Ia menyatakan bahwa jembatan bascule ini merupakan terobosan yang sangat bagus dari Pemprov Jakarta, khususnya Pemerintah Kota Jakarta Selatan, dan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Lubis menambahkan bahwa jembatan ini bisa menjadi pilot project untuk wilayah lain di Jakarta. Ia juga mendorong Pemprov DKI untuk memperbanyak pembangunan jembatan model bascule di wilayah lain yang memiliki sungai.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Rabu, 20 Agustus, menyatakan bahwa Pemprov DKI akan menambah jembatan bascule seperti JAK Gandaria. Menurutnya, jembatan ini mempermudah akses alat berat masuk ke sungai atau kali di wilayah padat penduduk, sehingga memudahkan pencegahan banjir.

Jembatan ini memiliki pagar pembatas setinggi sekitar satu meter yang dicat dengan warna putih-biru, serta pegangan tangan (handrail) perak yang terpasang rapi. Pijakannya menggunakan plat besi berwarna abu-abu. Jembatan ini hanya bisa dilintasi satu sepeda motor dengan menyisakan ruang kecil di kiri kanannya.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Rano Karno, sebelumnya mengusulkan pembangunan jembatan bascule karena salah satu kendala pengerukan sungai di Jakarta adalah sulitnya alat berat masuk ke lokasi akibat jembatan permanen.

Lubis mengingatkan agar perawatan jembatan tidak dikesampingkan agar tidak mudah rusak, serta fasilitas penerangan seperti lampu jalan harus diperhatikan agar memberikan rasa nyaman dan aman bagi warga yang melintas.

Dengan adanya jembatan bascule, proses normalisasi atau pengerukan sungai diharapkan menjadi lebih mudah. Tuas jembatan juga dikunci agar tidak sembarangan orang bisa memainkannya dan mengganggu mobilitas warga.

© Copyright 2025 Citrafm.co.id - Radio Citrafm 102.6 Lubuklinggau All rights reserved
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads