Sungai Ogan Mengamuk: BPBD OKU Siaga Satu, Warga Diminta Waspada!

Baturaja, Sumatera Selatan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir dan tanah longsor akibat luapan Sungai Ogan. Masyarakat yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ogan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, menyampaikan pada hari Senin bahwa curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko terjadinya bencana alam di wilayah OKU. Pihaknya telah menyiagakan personel untuk memantau secara intensif debit air Sungai Ogan. Informasi terkini akan segera disebarluaskan kepada masyarakat jika terjadi peningkatan signifikan.
Sebagai contoh, pada hari Sabtu, 5 Juli lalu, hujan deras menyebabkan tanah longsor di Kecamatan Pengandonan. Dua rumah warga mengalami kerusakan parah di bagian dapur akibat longsor tersebut. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat hujan deras, ujar Januar Efendi. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.
BPBD OKU telah melakukan survei dan kajian cepat di lokasi longsor untuk menilai tingkat kerusakan dan mengidentifikasi potensi longsor susulan. Langkah-langkah antisipasi akan segera diambil berdasarkan hasil kajian tersebut.
Ketinggian air Sungai Ogan sempat mencapai 153,95 centimeter dalam beberapa hari terakhir. Warga Kecamatan Pengandonan saat ini tengah bergotong royong membersihkan material longsor yang menimpa rumah mereka. Rumah-rumah yang berjarak dekat dengan sungai, sekitar 80 meter, sangat rentan terhadap pergerakan tanah dan longsor.
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.